Ditinjau secara medis oleh dr. Maitra D. Wen, Sp.And., Subsp. F.E.R., MClinEmbryol
Analisa sperma adalah pemeriksaan laboratorium yang mengukur jumlah, gerak, dan bentuk sperma di dalam satu sampel air mani. Standar yang dipakai hampir seluruh laboratorium saat ini adalah WHO Laboratory Manual edisi ke-6 tahun 2021, dengan batas rujukan bawah antara lain konsentrasi 16 juta per mL, motilitas total 42 persen, motilitas progresif 30 persen, dan morfologi normal 4 persen. Angka di bawah batas tersebut tidak otomatis berarti mandul. Batas itu adalah persentil ke-5 dari pria yang terbukti subur, bukan garis lulus atau gagal.
Kalau Anda sedang memegang lembar hasil analisa sperma dan bingung membaca deretan angka di dalamnya, artikel ini ditulis untuk Anda. Kami akan bahas satu per satu, dalam urutan yang sama seperti yang tercetak di lembar hasil Anda.
Analisa sperma bukan satu tes tunggal. Ini adalah kumpulan pengukuran terhadap satu sampel ejakulat, yang dibagi menjadi dua kelompok.
Parameter makroskopik, dilihat tanpa mikroskop: volume, warna, kekentalan, waktu likuefaksi, dan pH.
Parameter mikroskopik, dihitung di bawah mikroskop: konsentrasi sperma, jumlah total sperma, motilitas, morfologi, vitalitas, serta ada tidaknya sel darah putih.
Yang penting dipahami sejak awal: analisa sperma mengukur potensi, bukan kepastian. Hasil ini menggambarkan kualitas satu sampel pada satu hari tertentu. Ia tidak bisa memberi tahu apakah Anda akan punya anak atau tidak, karena kehamilan melibatkan faktor pasangan, waktu berhubungan, usia, dan banyak variabel lain.
Berikut batas rujukan bawah yang dipakai laboratorium andrologi berdasarkan WHO Laboratory Manual edisi ke-6 tahun 2021. Bandingkan kolom kanan dengan angka di lembar hasil Anda.
| Parameter | Batas Rujukan Bawah (WHO 2021) |
|---|---|
| Volume semen | 1,4 mL |
| Konsentrasi sperma | 16 juta per mL |
| Jumlah total sperma | 39 juta per ejakulat |
| Motilitas total (PR + NP) | 42 persen |
| Motilitas progresif (PR) | 30 persen |
| Vitalitas (sperma hidup) | 54 persen |
| Morfologi normal | 4 persen |
| pH | 7,2 |
Sumber: WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen, Sixth Edition (2021).
Satu catatan penting. Sebagian laboratorium di Indonesia masih memakai standar WHO 2010 edisi ke-5, yang angkanya sedikit berbeda, misalnya volume 1,5 mL dan konsentrasi 15 juta per mL. Cek bagian atas atau bawah lembar hasil Anda untuk melihat edisi mana yang dipakai. Kalau tidak tertulis, tanyakan ke laboratoriumnya, karena membandingkan hasil dengan tabel yang salah bisa membuat Anda menarik kesimpulan yang keliru.
Jumlah cairan yang keluar dalam satu kali ejakulasi. Batas bawahnya 1,4 mL, kira-kira sepertiga sendok teh.
Volume rendah bisa disebabkan hal sederhana seperti sebagian sampel tumpah saat penampungan, atau masa abstinensia yang terlalu pendek. Bila berulang kali rendah, dokter akan mempertimbangkan kemungkinan sumbatan saluran, ejakulasi retrograde, atau gangguan pada vesikula seminalis.
Volume tinggi sendiri jarang menjadi masalah, kecuali bila menyebabkan konsentrasi sperma menjadi encer.
Jumlah sperma per satu mililiter air mani. Batas bawah 16 juta per mL.
Ini parameter yang paling banyak dicari orang, dan juga yang paling sering disalahpahami. Konsentrasi 12 juta per mL memang di bawah rujukan, tetapi kondisinya sangat berbeda dengan 0,5 juta per mL. Rentangnya luas, dan penanganannya pun berbeda.
Konsentrasi dikalikan volume. Batas bawah 39 juta per ejakulat.
Secara klinis, angka ini sering lebih informatif daripada konsentrasi saja, karena menggambarkan total produksi testis dalam satu siklus ejakulasi. Pria dengan volume besar tapi konsentrasi sedang bisa punya jumlah total yang justru baik.
Persentase sperma yang bergerak. WHO membaginya menjadi tiga kategori:
PR (progressive motility): bergerak maju aktif, baik lurus maupun melingkar lebar. Batas bawah 30 persen.
NP (non-progressive motility): bergerak tetapi tidak berpindah tempat, misalnya hanya berputar di tempat.
IM (immotile): tidak bergerak sama sekali.
Motilitas total adalah PR ditambah NP, dengan batas bawah 42 persen.
Yang paling menentukan kemampuan sperma mencapai sel telur adalah PR, bukan motilitas total. Jadi bila hasil Anda menunjukkan motilitas total 45 persen tapi PR hanya 18 persen, itu tetap perlu perhatian meski angka totalnya terlihat aman.
Motilitas juga sangat sensitif terhadap kondisi penanganan sampel. Sampel yang terlalu lama di perjalanan, terkena suhu dingin, atau terpapar sisa sabun pada wadah bisa menurunkan motilitas secara artifisial.
Persentase sperma yang bentuknya normal, dinilai dengan strict criteria atau kriteria Kruger. Batas bawah 4 persen.
Angka ini yang paling sering membuat panik, karena terdengar sangat kecil. Perlu diluruskan: 4 persen memang standar yang benar. Bentuk sperma manusia secara alami sangat bervariasi, dan mayoritas sperma pada pria subur pun secara teknis dikategorikan abnormal. Jadi hasil morfologi normal 5 persen bukan berarti 95 persen sperma Anda rusak dalam arti awam.
Nilai morfologi juga paling rentan terhadap perbedaan antar laboratorium, karena penilaiannya subjektif dan sangat bergantung pada pelatihan analis.
Persentase sperma yang masih hidup, diperiksa dengan pewarnaan khusus. Batas bawah 54 persen.
Parameter ini biasanya hanya diperiksa bila motilitas sangat rendah. Tujuannya membedakan dua kondisi yang penanganannya sangat berbeda: sperma yang mati (nekrozoospermia) versus sperma yang hidup tetapi tidak bisa bergerak, misalnya karena kelainan struktur ekor.
pH normal 7,2 atau lebih. Air mani yang terlalu asam bisa mengarah pada kecurigaan sumbatan saluran ejakulasi atau kelainan vesikula seminalis.
Likuefaksi adalah proses air mani berubah dari kental menjadi cair, umumnya dalam 15 sampai 30 menit dan seharusnya selesai dalam 60 menit. Likuefaksi yang terlambat dapat menghambat pergerakan sperma keluar dari cairan mani.
Ini bagian yang paling jarang dijelaskan, padahal paling penting.
Angka dalam tabel WHO bukan batas normal dalam pengertian sehari-hari. Angka itu adalah persentil ke-5 dari sekitar 3.500 pria yang pasangannya berhasil hamil secara alami dalam waktu 12 bulan. Artinya, 95 persen pria subur punya nilai di atas angka tersebut, dan 5 persen pria yang terbukti subur justru punya nilai di bawahnya.
WHO edisi ke-6 secara eksplisit menegaskan bahwa pemeriksaan air mani tidak bisa memisahkan secara tegas antara pria fertil dan infertil. Ada tumpang tindih besar di antara keduanya.
Konsekuensi praktisnya ada dua.
Pertama, hasil di bawah rujukan tidak berarti Anda mandul. Banyak pria dengan satu atau dua parameter di bawah batas tetap bisa memiliki anak secara alami, terutama bila penurunannya ringan dan pasangan tidak punya faktor penyulit.
Kedua, hasil di atas rujukan tidak menjamin kesuburan. Ada aspek yang tidak terukur dalam analisa sperma standar, misalnya tingkat fragmentasi DNA sperma.
Karena itu, hasil analisa sperma selalu harus dibaca bersama riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan kondisi pasangan. Bukan dibaca sendirian di depan layar ponsel.
| Istilah | Artinya |
|---|---|
| Normozoospermia | Semua parameter berada di atas batas rujukan |
| Oligozoospermia | Konsentrasi atau jumlah total sperma di bawah rujukan |
| Astenozoospermia | Motilitas di bawah rujukan |
| Teratozoospermia | Morfologi normal di bawah rujukan |
| Oligoastenoteratozoospermia (OAT) | Ketiga parameter di atas terganggu bersamaan |
| Azoospermia | Tidak ditemukan sperma sama sekali dalam sampel |
| Kriptozoospermia | Sperma sangat sedikit, hanya ditemukan setelah pemusingan sampel |
| Nekrozoospermia | Sebagian besar sperma dalam kondisi tidak hidup |
| Aspermia | Tidak ada ejakulat yang keluar sama sekali |
| Leukositospermia | Jumlah sel darah putih melebihi batas, menandakan kemungkinan infeksi atau peradangan |
Bila di hasil Anda tertulis azoospermia, jangan menyimpulkan apa pun sebelum konfirmasi. Azoospermia perlu dipastikan lewat pemeriksaan ulang dengan teknik pemusingan sampel, dan penyebabnya bisa berupa sumbatan yang dapat diperbaiki, bukan selalu kegagalan produksi.
Perbedaan hasil antara dua pemeriksaan adalah hal yang wajar, bukan tanda laboratorium salah. Faktor yang memengaruhi:
Masa abstinensia. Terlalu pendek menurunkan volume dan jumlah. Terlalu lama menurunkan motilitas dan meningkatkan sperma mati.
Demam dalam 2 sampai 3 bulan terakhir. Satu siklus produksi sperma memakan waktu sekitar 74 hari, ditambah waktu pematangan. Demam tinggi hari ini bisa memengaruhi hasil analisa tiga bulan ke depan.
Cara penampungan. Sampel yang tidak lengkap tertampung, terutama bagian awal ejakulat yang paling padat sperma, akan menurunkan hasil secara signifikan.
Waktu tempuh ke laboratorium dan suhu. Sampel idealnya diperiksa dalam 60 menit dan dijaga mendekati suhu tubuh.
Perbedaan analis dan laboratorium, terutama untuk morfologi.
Karena variabilitas inilah, pedoman internasional menyarankan minimal dua kali pemeriksaan dengan jeda beberapa minggu sebelum sebuah kesimpulan diambil, kecuali hasilnya sangat ekstrem.
Urutan yang masuk akal secara klinis:
Langkah 1: Konfirmasi. Ulangi pemeriksaan setelah 2 sampai 12 minggu di laboratorium yang sama, dengan persiapan yang benar. Satu hasil abnormal belum cukup untuk menjadi dasar keputusan besar.
Langkah 2: Cari penyebabnya. Ini bagian yang paling sering dilewati. Banyak pasien langsung diarahkan ke program bayi tabung tanpa pernah diperiksa apa yang menyebabkan angkanya turun. Padahal sebagian penyebab dapat diperbaiki, misalnya varikokel, infeksi saluran reproduksi, gangguan hormon, atau efek obat tertentu. Pemeriksaan yang biasanya menyertai meliputi pemeriksaan fisik skrotum, USG Doppler bila diperlukan, serta panel hormon FSH, LH, dan testosteron.
Langkah 3: Tentukan strategi bersama pasangan. Keputusan antara memperbaiki dulu, mencoba alami dengan pendampingan, inseminasi, atau bayi tabung tidak bisa diambil dari angka sperma saja. Usia pasangan dan kondisi tuba serta ovariumnya sering menjadi penentu yang lebih besar.
Anda dan pasangan sudah berhubungan teratur tanpa kontrasepsi selama 12 bulan dan belum hamil. Bila usia pasangan di atas 35 tahun, batasnya menjadi 6 bulan.
Hasil analisa sperma menunjukkan azoospermia atau kriptozoospermia.
Anda merasakan benjolan, nyeri, atau rasa berat di area kantong buah zakar.
Ada riwayat operasi hernia, testis turun terlambat, cedera skrotum, atau kemoterapi.
Ada keluhan gangguan ereksi atau ejakulasi yang menyertai.
Andrologi adalah cabang kedokteran yang secara khusus menangani sistem reproduksi pria. Berbeda dengan pendekatan yang langsung berfokus pada teknologi reproduksi berbantu, andrologi bekerja dari akar masalahnya terlebih dahulu.
Apakah hasil analisa sperma abnormal berarti mandul? Tidak. Batas rujukan WHO adalah persentil ke-5 dari populasi pria subur, bukan batas antara subur dan mandul. Sebagian pria dengan nilai di bawah rujukan tetap dapat memiliki anak secara alami. Interpretasi harus mempertimbangkan derajat penurunan, penyebabnya, dan kondisi pasangan.
Berapa nilai normal sperma menurut WHO 2021? Batas rujukan bawah WHO 2021 adalah volume 1,4 mL, konsentrasi 16 juta per mL, jumlah total 39 juta per ejakulat, motilitas total 42 persen, motilitas progresif 30 persen, vitalitas 54 persen, dan morfologi normal 4 persen.
Morfologi sperma saya hanya 2 persen, apakah masih bisa punya anak? Masih mungkin. Morfologi adalah parameter yang paling bervariasi antar laboratorium dan paling subjektif penilaiannya. Morfologi rendah yang berdiri sendiri, tanpa gangguan konsentrasi dan motilitas, umumnya berdampak lebih kecil dibandingkan gangguan pada beberapa parameter sekaligus. Perlu evaluasi menyeluruh untuk menentukan langkah yang tepat.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas sperma? Satu siklus produksi sperma berlangsung sekitar 74 hari, ditambah waktu transit dan pematangan. Karena itu, evaluasi ulang setelah intervensi biasanya baru bermakna setelah minimal tiga bulan.
Apakah perlu puasa berhubungan sebelum tes sperma? Ya. Dianjurkan puasa ejakulasi 2 sampai 7 hari. Kurang dari 2 hari cenderung menurunkan volume dan jumlah, sedangkan lebih dari 7 hari cenderung menurunkan motilitas dan meningkatkan proporsi sperma tidak hidup.
Hasil tes sperma saya berbeda jauh dari tes 3 bulan lalu, mana yang benar? Keduanya bisa benar. Kualitas sperma berfluktuasi karena masa abstinensia, riwayat demam, stres, kualitas penampungan sampel, dan perbedaan analis laboratorium. Inilah alasan pedoman internasional menyarankan minimal dua kali pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan.
Apa bedanya dokter andrologi dan urologi? Urologi menangani sistem saluran kemih dan reproduksi pria secara luas, termasuk ginjal dan kandung kemih. Andrologi adalah bidang yang berfokus pada kesehatan reproduksi dan hormon pria, termasuk masalah kesuburan, gangguan seksual, dan terapi hormon.
Angka di lembar hasil hanyalah titik awal. Yang menentukan langkah berikutnya adalah konteksnya: sudah berapa lama mencoba, bagaimana kondisi pasangan, apa riwayat medis Anda, dan apa yang ditemukan pada pemeriksaan fisik.
Kesalahan yang paling sering terjadi bukan salah membaca angka, melainkan mengambil keputusan besar sebelum penyebabnya pernah dicari. Bila Anda ingin hasil analisa sperma Anda ditinjau langsung oleh dokter spesialis andrologi, tim MARVA medika siap membantu dari tahap interpretasi hasil sampai penyusunan rencana yang sesuai kondisi Anda berdua.
Konsultasi Interpretasi Hasil Analisa Sperma via WhatsApp
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Interpretasi hasil pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter dengan mempertimbangkan kondisi Anda secara menyeluruh.
Referensi:
andrologi, fertilitas reproduksi, dan embryologi klinis, dalam satu atap, satu tim yang sama dari awal sampai akhir.