✦ Klinik Fertilitas & Andrologi Terpercaya · Surabaya · Senin–Sabtu 08.00–21.00 WIB

Precision Plan for Your Marvelous Hope.

Penulis : Tim Marva Medika

Tiga syarat inseminasi intrauterin: saluran tuba, ovulasi, dan sperma motil pasca-cuci

Program hamil inseminasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat memengaruhi keberhasilannya. Inseminasi buatan adalah salah satu cara bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan namun terkendala dengan gangguan kesuburan. Sebelum melakukan inseminasi, Ayah Bunda tentunya perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Salah satu jenis inseminasi buatan yang umum dilakukan adalah inseminasi intrauterine (IUI). Inseminasi intrauterine (IUI) merupakan program hamil yang dilakukan dengan menyemprotkan sperma ke dalam rahim untuk membantu mempercepat sperma mencapai sel telur sehingga terjadi pembuahan.

Terdapat beberapa indikasi bagi pasangan suami istri yang merencanakan program hamil inseminasi, seperti:

  • Wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Wanita yang mengalami endometriosis derajat ringan
  • Pria yang mengalami gangguan kesuburan, seperti kualitas sperma abnormal, gangguan ereksi, gangguan ejakulasi, dan lainnya
  • Adanya masalah hubungan seksual akibat kondisi tertentu
  • Masalah kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Inseminasi

Program hamil inseminasi memiliki tingkat keberhasilan mencapai 15 persen. Sama seperti program bayi tabung, keberhasilan program inseminasi juga didukung oleh berbagai faktor, di antaranya:

Tiga gerbang kelayakan IUI dan kondisi yang membuat inseminasi tidak dapat dijalankan

1. Usia Bunda
Usia masih menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan program inseminasi. Pasalnya, usia wanita sangat memengaruhi kualitas sel telur.

2.Jenis gangguan kesuburan
Faktor keberhasilan inseminasi juga dipengaruhi oleh jenis gangguan kesuburan yang dialami. Sebelum melakukan inseminasi, Bunda perlu melakukan pemeriksaan serta perawatan infertilitas terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua pasien dapat menjalani program inseminasi, melainkan hanya yang sesuai dengan indikasi di atas.

3.Kualitas sperma yang diinseminasi

Kualitas sperma juga memiliki peranan penting dalam keberhasilan program inseminasi. Pasalnya, pada program inseminasi, sperma tetap harus berenang untuk mencapai sel telur sehingga kualitasnya harus optimal.

Tips Agar Promil Inseminasi Optimal

Alur penilaian sperma sebelum IUI, dari analisa awal sampai hitung ulang sperma motil pasca-pencucian

Ketika Bunda telah melakukan program inseminasi, tidak ada pantangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Perlu diingat, untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum maupun setelah melakukan program inseminasi, seperti:

  1. Kelola stres dengan baik
    Ayah Bunda perlu mengelola stres dengan baik sebelum maupun setelah melakukan inseminasi. Stres yang berlebihan bisa mengganggu kesehatan mental dan fisik sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan inseminasi.
  2. Konsumsi makanan sehat
    Mengonsumsi makanan sehat bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh yang baik untuk kesehatan reproduksi. Hal ini juga bisa membantu meningkatkan peluang keberhasilan inseminasi.
  3. Istirahat yang cukup
    Waktu istirahat yang cukup dapat meningkatkan peluang keberhasilan inseminasi yang optimal. Pastikan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup, kurangi kebiasaan begadang yang dapat menurunkan kualitas tidur.

Meskipun tingkat keberhasilan inseminasi hanya mencapai 10–15 persen, Namun, menurut dr. Nico, angka tersebut tentu lebih tinggi 2-3 kali lipat dari program hamil alami.

Untuk Ayah Bunda yang sedang mempertimbangkan program hamil inseminasi, segera konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Marva Medica

andrologi, fertilitas reproduksi, dan embryologi klinis, dalam satu atap, satu tim yang sama dari awal sampai akhir.