Ejakulasi dini merupakan salah satu gangguan seksual yang paling sering dialami pria. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hubungan suami istri, menurunkan rasa percaya diri, hingga menimbulkan kekhawatiran saat pasangan sedang menjalani program hamil (promil).
Tidak sedikit pria yang mencari obat ejakulasi dini, baik berupa obat medis maupun herbal, dengan harapan dapat mengatasi keluhan tersebut. Namun, apakah semua obat ejakulasi dini aman digunakan, terutama jika Ayah dan Bunda sedang merencanakan kehamilan?
Sebelum memilih pengobatan, penting untuk memahami penyebab ejakulasi dini dan mengetahui terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Ejakulasi dini adalah kondisi ketika pria mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan sehingga sulit mengendalikan waktu keluarnya sperma saat berhubungan intim.
Secara medis, ejakulasi dini umumnya ditandai dengan ejakulasi yang terjadi dalam waktu kurang dari 1–3 menit setelah penetrasi, berlangsung secara berulang, dan menyebabkan ketidakpuasan atau stres pada pasangan.
Kondisi ini diperkirakan dialami oleh sekitar 1 dari 3 pria setidaknya satu kali dalam hidupnya. Meski umum terjadi, ejakulasi dini bukanlah kondisi yang boleh diabaikan, terutama jika sudah memengaruhi kualitas hidup atau keberhasilan program hamil.

Banyak pasangan mengira ejakulasi dini sama dengan infertilitas pria. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Pada dasarnya, ejakulasi dini tidak secara langsung menyebabkan infertilitas. Selama sperma dikeluarkan di dalam vagina dan kualitas sperma baik, kehamilan tetap dapat terjadi.
Namun, pada beberapa pasangan, ejakulasi dini dapat mengurangi frekuensi maupun kualitas hubungan intim sehingga peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih kecil.
Jika kondisi ini disertai gangguan kesuburan pria, seperti jumlah sperma rendah, kualitas sperma buruk, atau motilitas sperma yang kurang baik, maka peluang kehamilan dapat semakin menurun.
Oleh karena itu, apabila ejakulasi dini berlangsung lama dan pasangan belum berhasil hamil, pemeriksaan di klinik fertilitas menjadi langkah yang disarankan.
Penyebab ejakulasi dini dapat berbeda pada setiap pria. Secara umum, kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor fisik dan psikologis.
Beberapa penyebab yang paling sering meliputi:
Dokter biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab yang mendasari sebelum menentukan terapi yang paling tepat.
Sebagian pria memilih pengobatan herbal karena dianggap memiliki efek samping yang lebih ringan dibandingkan obat-obatan tertentu. Meski demikian, efektivitasnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut sehingga penggunaannya sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter.
Ginseng merah Korea (Panax ginseng) dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat membantu meningkatkan stamina dan fungsi seksual pria. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan ginsenosides dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mendukung produksi hormon testosteron, sehingga membantu memperbaiki performa seksual.
Ashwagandha merupakan herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Herbal ini membantu mengurangi stres dan kecemasan, dua faktor psikologis yang sering memicu ejakulasi dini. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan manfaatnya dalam membantu menjaga keseimbangan hormon.
Minyak cengkeh mengandung eugenol yang memiliki efek anestesi ringan. Bila digunakan dengan benar, minyak ini dapat membantu mengurangi sensitivitas penis sehingga ejakulasi dapat tertunda. Namun, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi sehingga sebaiknya digunakan sesuai petunjuk.
Tribulus terrestris telah lama digunakan sebagai herbal untuk meningkatkan fungsi seksual pria. Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaatnya terhadap hormon reproduksi dan kualitas sperma. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dalam mengatasi ejakulasi dini masih terbatas.
Gambir mengandung katekin yang memberikan efek kebas ringan pada kulit sehingga dapat membantu mengurangi sensitivitas penis. Sebelum digunakan, lakukan uji alergi terlebih dahulu dan hentikan penggunaan apabila muncul iritasi.
Pada umumnya, obat herbal tidak secara langsung mengganggu keberhasilan program hamil. Namun, beberapa produk herbal belum memiliki bukti ilmiah yang kuat mengenai keamanan penggunaan jangka panjang maupun pengaruhnya terhadap kualitas sperma.
Jika Ayah sedang menjalani program hamil, sebaiknya hindari mengkonsumsi suplemen atau herbal tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pemeriksaan di klinik fertilitas juga dapat membantu memastikan apakah terdapat faktor lain yang mempengaruhi kesuburan pria, seperti gangguan hormon atau kualitas sperma.
Selain menggunakan obat, terdapat beberapa metode yang dapat membantu meningkatkan kontrol ejakulasi.
Teknik ini dilakukan dengan menghentikan stimulasi ketika sensasi ejakulasi mulai muncul, kemudian melanjutkannya kembali setelah rangsangan berkurang. Latihan yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan kontrol terhadap refleks ejakulasi.
Teknik squeeze dilakukan dengan memberikan tekanan ringan pada bagian pangkal atau kepala penis ketika ejakulasi hampir terjadi. Cara ini bertujuan membantu mengurangi rangsangan sehingga ejakulasi dapat ditunda.
Kondom dapat membantu mengurangi sensitivitas penis sehingga beberapa pria mampu bertahan lebih lama saat berhubungan intim. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan kondom yang mengandung anestesi ringan.
Stres dan kecemasan merupakan penyebab tersering ejakulasi dini. Olahraga teratur, tidur yang cukup, meditasi, hingga konseling psikologis dapat membantu memperbaiki kondisi ini.

Segera lakukan pemeriksaan apabila:
Dokter dapat melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk analisis sperma, pemeriksaan hormon, maupun pemeriksaan oleh dokter andrologi bila diperlukan.
Jika Ayah dan Bunda telah menjalani program hamil selama lebih dari satu tahun tanpa hasil (atau enam bulan bila usia Bunda di atas 35 tahun), pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan.
Di Marva IVF Surabaya, evaluasi tidak hanya berfokus pada kondisi rahim, tetapi juga pada kesuburan pria, termasuk pemeriksaan sperma, hormon reproduksi, hingga konsultasi dengan dokter fertilitas dan dokter andrologi apabila diperlukan.
Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, dokter dapat menentukan penanganan yang paling sesuai, mulai dari terapi, inseminasi (IUI), hingga bayi tabung (IVF) bila terdapat indikasi medis.
Ejakulasi dini bukan berarti Ayah tidak dapat memiliki keturunan. Sebagian besar kasus dapat ditangani melalui perubahan gaya hidup, terapi perilaku, pengobatan, maupun evaluasi medis yang tepat.
Apabila ejakulasi dini berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu hubungan suami istri maupun keberhasilan program hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Di Marva IVF Surabaya, Ayah dan Bunda dapat menjalani pemeriksaan kesuburan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab infertilitas, mengevaluasi kesuburan pria dan kesuburan wanita, serta mendapatkan rekomendasi program hamil yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.
andrologi, fertilitas reproduksi, dan embryologi klinis, dalam satu atap, satu tim yang sama dari awal sampai akhir.