Ditinjau secara medis oleh dr. Maitra D. Wen, Sp.And., Subsp. F.E.R., MClinEmbryol
Kebanyakan pria yang punya varikokel tidak merasakan apa-apa. Mereka baru tahu dari lembar hasil analisa sperma yang angkanya jelek, atau dari dokter yang meraba sebentar lalu bilang ada pelebaran vena.
Varikokel adalah pelebaran pembuluh vena di dalam kantong buah zakar, tepatnya pada jalinan vena bernama pleksus pampiniformis. Sekitar satu dari tujuh pria dewasa punya. Pada pria yang belum pernah punya anak dan sedang kesulitan, angkanya naik ke kisaran 35 sampai 40 persen. Pada pria yang dulu pernah punya anak lalu sekarang sulit lagi, bisa sampai 80 persen.
Dari deretan angka itu ada dua kesimpulan yang sama pentingnya. Biasanya cuma satu yang sampai ke pasien.
Yang pertama, varikokel memang layak dicari pada pria yang sulit punya anak. Ia penyebab yang paling sering ditemukan, sekaligus paling mungkin diperbaiki.
Yang kedua, dan ini yang jarang disebut: sebagian besar pria dengan varikokel tetap punya anak tanpa hambatan apa pun. Punya varikokel bukan tiket otomatis ke meja operasi. Pedoman EAU maupun AUA/ASRM baru merekomendasikan tindakan kalau varikokelnya teraba, hasil analisa spermanya terganggu, dan pasangannya sedang mengupayakan kehamilan. Ketiganya sekaligus, bukan salah satunya.
Testis menggantung di luar rongga tubuh bukan tanpa alasan. Produksi sperma menuntut suhu beberapa derajat di bawah suhu tubuh, dan salah satu yang menjaga suhu itu justru jalinan vena yang membungkus arteri testis. Darah arteri yang hangat masuk, darah vena yang lebih dingin keluar, keduanya bertukar panas di jalinan tadi. Semacam radiator kecil yang bekerja diam-diam sepanjang hari.
Vena punya katup satu arah supaya darah tidak turun kembali. Ketika katup itu bocor, darah mengalir balik lalu menggenang. Vena melebar, berkelok, dan radiator tadi kehilangan efisiensinya. Kalau butuh padanan yang lebih akrab: varikokel itu varises. Hanya saja lokasinya di kantong buah zakar.
Delapan sampai sembilan dari sepuluh kasus muncul di sisi kiri. Alasannya soal pipa, bukan soal kebetulan. Vena spermatika kiri bermuara ke vena ginjal kiri dengan sudut hampir siku. Yang kanan bermuara langsung ke vena cava inferior, sudutnya jauh lebih landai. Sudut siku berarti tekanan lebih tinggi, dan tekanan yang lebih tinggi membuat katup lebih cepat menyerah.
Ada satu pengecualian yang tidak boleh dilewat. Varikokel yang muncul sendirian di sisi kanan, apalagi kalau timbulnya mendadak pada usia dewasa, bukan temuan biasa. Pola itu kadang menjadi petunjuk adanya massa di rongga perut yang menekan aliran vena, dan itu wajib ditelusuri lebih jauh.
Inilah yang membuat varikokel gampang terlewat bertahun-tahun. Tidak ada yang sakit, tidak ada yang mengganggu, jadi tidak ada alasan untuk memeriksakan diri.
Kalaupun ada keluhan, biasanya berupa rasa berat atau pegal di salah satu sisi. Sifatnya khas: memburuk setelah seharian berdiri atau setelah olahraga berat, lalu mereda begitu berbaring. Banyak pasien menggambarkannya sebagai tidak nyaman, bukan sebagai nyeri.
Sebagian pria bisa meraba sendiri benjolan lunak yang berkelok di atas testis. Deskripsi klasiknya adalah seperti kantong berisi cacing. Terdengar tidak enak, tapi memang itu yang paling akurat.
Tanda lain yang lebih halus: salah satu testis tampak atau terasa lebih kecil dibanding pasangannya. Ini temuan yang serius, karena berarti varikokelnya sudah memengaruhi jaringan testis, bukan sekadar melebarkan vena.
Nyeri buah zakar yang datang tiba-tiba, hebat, disertai bengkak dan mual, adalah kondisi yang berbeda sama sekali. Salah satu kemungkinannya torsio testis, dan itu kegawatdaruratan bedah dengan jendela waktu yang sangat sempit. Jangan tunggu besok pagi. Jangan cari informasi dulu di internet. Langsung ke IGD.
Yang paling banyak dibicarakan adalah soal suhu, dan itu memang jalur utamanya. Genangan darah hangat mengganggu sistem pendingin yang tadi dijelaskan, dan produksi sperma sensitif terhadap kenaikan suhu sekecil apa pun.
Tapi suhu bukan satu-satunya. Aliran darah yang stagnan menaikkan produksi radikal bebas di lingkungan testis, dan radikal bebas ini merusak membran serta materi genetik sperma. Beberapa penelitian menemukan tingkat fragmentasi DNA sperma yang lebih tinggi pada pria dengan varikokel. Parameter ini tidak muncul di analisa sperma standar, sehingga kerusakannya bisa lolos dari radar kalau yang dilihat hanya jumlah dan gerak. Refluks vena juga dapat mengganggu kerja sel Leydig, sel yang memproduksi testosteron.
Satu hal yang jarang ditekankan tapi penting untuk keputusan Anda: dampak varikokel bersifat progresif. Semakin lama dibiarkan, semakin besar kemungkinan ia meninggalkan jejak pada fungsi testis. Bagi pria yang masih merencanakan anak beberapa tahun lagi, ini pertimbangan yang berbeda bobotnya dibanding pria yang sudah selesai berencana.
Banyak pasien datang membawa hasil USG dan berharap itu jawabannya. Padahal baik AUA/ASRM maupun EAU menempatkan pemeriksaan fisik sebagai dasar diagnosis, dengan USG dicadangkan untuk kasus yang sulit dinilai dengan tangan. Pemeriksaannya cukup cepat, biasanya selesai dalam beberapa menit. Tapi ada syarat yang menentukan hasilnya.
Pasien harus berdiri, bukan berbaring. Berbaring membuat tekanan vena turun dan varikokel kecil bisa lenyap dari perabaan. Ruangannya juga harus cukup hangat. Kalau dingin, otot kremaster menarik testis naik mendekat ke tubuh, skrotum mengerut, dan yang tadinya bisa diraba jadi tidak teraba. Lalu pasien diminta mengejan, yang disebut manuver Valsalva, untuk menaikkan tekanan di rongga perut dan memperjelas pelebarannya.
Detail semacam ini terdengar sepele. Dalam praktiknya, inilah yang membedakan varikokel derajat 1 yang tercatat dengan varikokel derajat 1 yang terlewat.
Hasil perabaan dikelompokkan memakai klasifikasi Dubin-Amelar:
| Derajat | Temuan |
|---|---|
| Subklinis | Tidak teraba, tidak terlihat, hanya muncul di USG Doppler |
| Derajat 1 | Teraba hanya saat pasien mengejan |
| Derajat 2 | Teraba tanpa mengejan, tapi belum terlihat dari luar |
| Derajat 3 | Terlihat jelas dari luar tanpa perlu diraba |
USG Doppler skrotum masuk ketika perabaan tidak konklusif, misalnya pada pasien dengan skrotum tebal atau yang pernah dioperasi di area itu. Fungsinya mengukur diameter vena dan memastikan ada tidaknya aliran balik.
Analisa sperma dikerjakan berbarengan. Justru hasil inilah yang menentukan apakah varikokel Anda relevan secara klinis atau tidak. Kalau angkanya membingungkan, kami sudah menyiapkan panduan terpisah untuk membaca hasil analisa sperma.
Ini pertanyaan yang paling sering diajukan dan paling sering dijawab terlalu longgar.
Jawabannya bukan ya atau tidak, melainkan tergantung kombinasi tiga hal: apakah varikokelnya teraba, apakah analisa spermanya terganggu, dan apakah Anda sedang mengupayakan kehamilan.
| Kondisi Anda | Rekomendasi berdasarkan pedoman |
|---|---|
| Varikokel teraba + analisa sperma abnormal + sedang mengupayakan kehamilan | Tindakan perbaikan umumnya dipertimbangkan |
| Varikokel teraba + analisa sperma normal | Umumnya tidak diindikasikan tindakan |
| Varikokel subklinis, hanya terdeteksi USG | Tidak direkomendasikan untuk ditangani |
| Varikokel disertai nyeri kronis yang mengganggu, penyebab lain sudah disingkirkan | Dapat dipertimbangkan atas indikasi nyeri |
| Remaja dengan varikokel disertai pengecilan testis sisi terkait | Dapat dipertimbangkan untuk menjaga fungsi testis di masa depan |
| Azoospermia non-obstruktif dengan varikokel | Kontroversial, keputusan individual bersama dokter |
Perhatikan yang tidak muncul di tabel itu: ukuran varikokelnya. Derajat 3 dengan analisa sperma normal tidak lantas lebih perlu dioperasi dibanding derajat 1 dengan analisa sperma buruk. Yang dinilai adalah konsekuensinya, bukan penampakannya.
Kalau seseorang menyarankan Anda operasi semata-mata karena USG menemukan varikokel subklinis sementara analisa sperma Anda baik-baik saja, Anda berhak minta penjelasan yang lebih rinci. Atau mencari pendapat kedua.
Varikokelektomi mikroskopis subinguinal adalah yang paling banyak dirujuk literatur sebagai standar saat ini. Sayatannya kecil, di bawah lipat paha, dan operator bekerja dengan bantuan mikroskop bedah. Mikroskop bukan aksesori. Ia yang memungkinkan arteri testis dan pembuluh limfa dibedakan lalu dipertahankan, sementara vena yang bermasalah diikat. Itu sebabnya angka kekambuhan dan komplikasi hidrokel pada teknik ini konsisten lebih rendah dibanding teknik tanpa mikroskop.
Varikokelektomi laparoskopi dikerjakan lewat rongga perut dengan kamera, pengikatan vena dilakukan di posisi lebih tinggi. Praktis untuk kasus dua sisi sekaligus, tapi risiko hidrokel setelahnya cenderung lebih tinggi.
Embolisasi perkutan tidak melibatkan sayatan bedah. Kateter dimasukkan lewat pembuluh darah, lalu vena yang bermasalah disumbat dengan koil atau bahan sklerosan. Sering jadi pilihan untuk kasus yang kambuh setelah operasi sebelumnya, atau untuk pasien yang menolak tindakan bedah. Ketersediaannya bergantung pada fasilitas radiologi intervensi.
| Metode | Pendekatan | Pertimbangan utama |
|---|---|---|
| Mikroskopis subinguinal | Sayatan kecil di bawah lipat paha, dengan mikroskop | Standar rujukan literatur, kekambuhan dan hidrokel terendah, butuh operator terlatih |
| Laparoskopi | Rongga perut, dengan kamera | Praktis untuk kasus dua sisi, risiko hidrokel lebih tinggi |
| Embolisasi | Lewat pembuluh darah, tanpa sayatan | Tanpa insisi, sering untuk kasus kambuh, tergantung fasilitas |
| Konservatif | Tanpa tindakan | Untuk varikokel tanpa gangguan sperma dan tanpa keluhan |
Soal hasil, kami memilih menyampaikannya apa adanya. Perbaikan varikokel dapat memperbaiki parameter sperma pada pasien yang diseleksi dengan tepat, tapi responsnya berbeda-beda dan tidak bisa dijanjikan. Faktor yang paling kuat memengaruhi peluang kehamilan setelah tindakan justru sering kali bukan varikokelnya, melainkan usia pasangan perempuan.
Tidak ada obat, suplemen, jamu, atau pijat yang terbukti mengecilkan varikokel. Pelebaran vena adalah masalah struktur dan struktur tidak bisa diperbaiki dari dalam kapsul.
Kalau Anda menemukan produk yang mengklaim menyembuhkan varikokel tanpa tindakan, klaim itu tidak punya dasar bukti.
Yang bisa dilakukan tanpa operasi adalah mengelola keluhannya: penyangga skrotum, mengurangi berdiri terlalu lama, dan pereda nyeri sesuai anjuran dokter. Untuk varikokel yang tidak mengganggu sperma dan tidak menimbulkan keluhan, pilihan yang wajar memang memantau saja. Memantau bukan berarti mengabaikan. Artinya analisa sperma diulang secara berkala selama Anda masih merencanakan anak.
Gambaran umum berikut tetap harus disesuaikan dengan instruksi dokter yang menangani Anda.
Sebagian besar prosedur dikerjakan sebagai tindakan sehari. Pekerjaan kantor dan aktivitas ringan umumnya bisa dilanjutkan dalam hitungan hari. Olahraga berat, angkat beban, dan aktivitas seksual biasanya ditunda beberapa minggu. Nyeri dan bengkak ringan di area sayatan pada hari-hari awal adalah hal yang diharapkan.
Yang perlu diluruskan adalah soal waktu evaluasi. Analisa sperma ulang baru bermakna setelah minimal tiga bulan, dan itu bukan karena lukanya lama sembuh. Satu siklus produksi sperma memakan waktu sekitar 74 hari, ditambah waktu transit dan pematangan di epididimis. Kalau diperiksa lebih awal, yang terhitung adalah sperma yang sudah diproduksi sebelum tindakan. Hasilnya tidak menggambarkan apa pun.
Pertanyaan ini yang paling menentukan, dan jawabannya tidak bisa seragam.
Variabel dengan bobot terbesar adalah usia pasangan perempuan. Kalau usianya mendekati atau melewati pertengahan 30-an, menunggu enam sampai dua belas bulan untuk melihat hasil perbaikan varikokel punya biaya kesempatan yang nyata. Waktu di situ bukan sesuatu yang bisa dibeli kembali.
Di luar itu, derajat gangguan spermanya juga menentukan. Gangguan ringan sampai sedang memberi ruang lebih lega untuk mencoba memperbaiki lebih dulu. Ada tidaknya faktor penyulit pada pasangan mengubah kalkulasi lagi: masalah tuba atau cadangan ovarium yang menurun menggeser perhitungan ke arah yang berbeda. Dan tentu saja kesiapan Anda berdua, finansial maupun emosional, adalah bagian dari persamaan yang sah untuk dipertimbangkan.
Kami tidak akan bilang satu jalur lebih benar dari yang lain, karena memang tidak begitu cara kerjanya. Yang keliru bukan memilih bayi tabung, dan bukan pula memilih operasi. Yang keliru adalah mengambil salah satu dari keduanya tanpa pernah tahu ada penyebab yang sebenarnya bisa diperbaiki. Itu terjadi lebih sering dari yang orang kira, dan biasanya karena skrotum pasien tidak pernah diperiksa sejak awal.
Apakah varikokel bisa sembuh tanpa operasi? Tidak bisa hilang sendiri. Ini masalah struktur, bukan masalah yang bisa diselesaikan obat. Tapi pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan apakah bisa sembuh, melainkan apakah perlu disembuhkan. Varikokel yang tidak mengganggu sperma dan tidak menimbulkan keluhan umumnya cukup dipantau.
Apakah varikokel pasti bikin mandul? Tidak. Satu dari tujuh pria punya varikokel dan sebagian besar dari mereka punya anak tanpa kesulitan apa pun. Varikokel baru jadi urusan klinis ketika hasil analisa spermanya terganggu atau testisnya mengecil.
Kalau dioperasi, sperma saya pasti membaik? Tidak ada yang bisa menjanjikan itu. Literatur menunjukkan perbaikan memang terjadi pada pasien yang diseleksi dengan tepat, tapi respons tiap orang berbeda. Siapa pun yang menjamin hasil sebaiknya Anda pertanyakan.
Berapa lama pemulihannya? Aktivitas ringan beberapa hari, olahraga berat dan aktivitas seksual beberapa minggu. Analisa sperma ulang minimal tiga bulan.
Bisa kambuh lagi? Bisa, dan angkanya berbeda antar teknik. Pendekatan mikroskopis konsisten menunjukkan kekambuhan yang lebih rendah dalam literatur dibanding teknik tanpa mikroskop.
Varikokel bikin susah ereksi? Bukan penyebab langsung. Pada sebagian kasus ia menyertai kadar testosteron yang menurun, dan rasa tidak nyaman yang berkepanjangan bisa memengaruhi kenyamanan berhubungan. Kalau keluhan ereksi yang Anda rasakan, itu perlu evaluasi tersendiri, bukan disambungkan otomatis ke varikokel.
Derajat 1 perlu dioperasi tidak? Derajatnya bukan penentu. Yang dilihat tetap tiga hal tadi: teraba atau tidak, analisa spermanya bagaimana, dan sedang mengupayakan kehamilan atau tidak.
Varikokel termasuk sedikit dari penyebab gangguan kesuburan pria yang bisa ditemukan lewat pemeriksaan sederhana dan, pada kasus yang tepat, bisa diperbaiki. Justru karena itu, melewatkan pemeriksaan skrotum dalam evaluasi kesuburan adalah kehilangan peluang yang sebetulnya tidak perlu terjadi.
Kalau Anda meraba benjolan, merasakan berat di salah satu sisi, atau baru menerima hasil analisa sperma yang tidak sesuai rujukan, yang paling masuk akal adalah diperiksa langsung oleh dokter spesialis andrologi. Bukan menyimpulkan sendiri dari hasil pencarian, termasuk dari artikel ini.
Pemeriksaannya cepat dan tidak invasif. Dari situ baru bisa ditentukan apakah kondisi Anda termasuk yang perlu ditangani, atau justru cukup dipantau.
Konsultasi Pemeriksaan Varikokel via WhatsApp
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Keputusan penanganan diambil bersama dokter setelah pemeriksaan langsung.
Referensi:
andrologi, fertilitas reproduksi, dan embryologi klinis, dalam satu atap, satu tim yang sama dari awal sampai akhir.